“Skema pembelajaran dilaksanakan dengan komposisi 30 persen pembelajaran sinkron melalui tatap maya dan 70 persen pembelajaran asinkron atau belajar mandiri,” jelasnya.
Dalam program tersebut, peserta mendapatkan sejumlah dukungan, mulai dari modul pembelajaran, pulsa untuk kebutuhan kuota internet, akses Learning Management System (LMS), hingga layanan konsultasi bersama guru pendamping secara tatap muka maupun daring.
Peserta juga akan mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan di sekolah reguler setelah menyelesaikan program.
Aries berharap keberadaan program PJJ dan enam sekolah penyelenggara di Jatim bisa semakin memperluas kesempatan ATS untuk kembali memperoleh layanan pendidikan.
“Harapannya semakin banyak siswa yang mengikuti program ini sehingga jumlah anak tidak sekolah dapat terus berkurang,” pungkasnya.(ris/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

