Selasa, 14 Juli 2026

Eri Cahyadi Intens Sidak Lapangan, Pastikan Sistem Pengawasan Pemkot Surabaya Berjalan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat sidak pengerjaan saluran di beberapa titik Kota Surabaya, Kamis (27/11/2025). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut belakangan intens inspeksi mendadak (sidak) lapangan, untuk memastikan sistem berjalan.

Ia menyebut, sidak itu bagian dari kontrol jajaran untuk memastikan sistem pengawasan yang sudah diterapkan betul-betul berjalan.

“Sistem sudah berjalan. Sekarang berarti saya harus mengontrol anak buah saya (sidak ke lapangan) berjalan atau tidak,” ujarnya Selasa (14/7/2026).

Tujuan sidaknya, lanjut Eri, memastikan perangkat daerah (PD) bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab tanpa menunggu arahan atau pengawasan langsung dari wali kota.

“Jadi, saya berharap dengan saya turun ke lapangan ini, maka anak buah saya bisa berjalan, teman-teman pemkot ini bisa berjalan tanpa saya awasi,” tegasnya.

Selain itu sidaknya juga sebagai upaya membangun budaya kerja yang lebih disiplin dan responsif di seluruh perangkat daerah.

“Karena buat saya, Wali Kota Surabaya adalah birokrasi Pemerintah Kota Surabaya. Karena wali kota itu cuma (menjabat) 10 tahun, birokrasi puluhan tahun. Maka saya berharap dengan ini menjadi cambuk, pukulan, pada teman-teman Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.

Ia menilai, masih adanya temuan dugaan pungutan liar (pungli) dan parkir tak berizin menunjukkan sistem yang telah disiapkan belum optimal.

Persoalan itu menurutnya harus bisa ditangani lebih awal oleh perangkat daerah setempat.

“Jadi sekarang turunlah (ke lapangan), masak ada pungli diam saja. Padahal sistem sudah berjalan. Ada parkir seperti di Jalan Tunjungan (Kecamatan Genteng) tidak ada izinnya, kok ya diam saja. Ini berarti apa? Sistemnya harus berjalan,” tegasnya.

Ia memastikan akan terus melakukan pengecekan langsung ke berbagai titik di Surabaya sebagai bagian dari evaluasi kinerja PD.

Ia juga mengingatkan akan melakukan pergantian pimpinan jika ditemukan pejabat tidak mampu menjalankan sistem yang telah dibangun Pemkot Surabaya.

“Sekarang sistem sudah terbentuk, saya harus turun ke lapangan untuk mengecek benar tidak sudah jalan. Makanya jangan kaget kalau ada yang tidak menjalankan, saya ganti pimpinannya,” tutupnya. (lta/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
28o
Kurs