Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang sejumlah wilayah di Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat. Sedikitnya 132 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan bangunan hancur akibat bencana tersebut.
Gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan dirasakan kuat di Cali dan sejumlah kota lain di wilayah barat Kolombia.
Abelardo de la Espriella Presiden Kolombia sebelumnya melaporkan sedikitnya 111 korban meninggal dunia, 61 bangunan hancur total, serta ribuan rumah mengalami kerusakan.
Pemerintah kemudian menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat penanganan dampak gempa.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang terdampak. Petugas dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut laporan Le Monde pada Selasa (11/8/2026), layanan pemantauan gempa mencatat guncangan utama berlangsung hingga sekitar dua menit. Setelah gempa utama, hampir 50 gempa susulan juga tercatat mengguncang wilayah tersebut.
Layanan Geologi Kolombia (SGC) menyebut gempa tersebut sebagai salah satu gempa terkuat yang melanda negara itu pada abad ke-21.
Pusat gempa berada di San José del Palmar, Departemen Chocó, sekitar 240 kilometer sebelah barat Bogota. Wilayah tersebut dikenal sebagai daerah pegunungan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.
Meski episentrum berada di Chocó, dampak terparah dilaporkan terjadi di kawasan Eje Cafetero atau Poros Kopi yang berada lebih ke timur.
Sejumlah kota padat penduduk seperti Pereira, Manizales, dan Armenia turut terdampak. Cali, kota terbesar ketiga sekaligus ibu kota Departemen Valle del Cauca, juga merasakan guncangan kuat.
Besarnya dampak gempa membuat operasi pencarian dan penyelamatan menjadi prioritas pemerintah. Jumlah korban masih berpotensi berubah seiring petugas menyisir bangunan yang runtuh dan menerima laporan dari wilayah terdampak.
Presiden Kolombia menyampaikan pesan kepada masyarakat di tengah situasi darurat tersebut.
“Saya menyerahkan negara kita kepada Tuhan Yesus Kristus,” katanya. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

