Jumat, 25 September 2026

Hadapi 1,08 Juta Kasus TB, Unusa Dorong Diagnosis Berbasis AI dan Genomik

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pembahasan tuberkulosis (TB) dalam International Guest Lecture: Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment di Unusa, Surabaya, pada Senin (10/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ia menekankan bahwa teknologi AI harus berperan dalam proses skrining. Menurutnya, foto toraks digital yang dipadukan dengan AI bisa membantu mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan pemeriksaan molekuler lebih lanjut.

Selain memanfaatkan teknologi digital, riset TB menurutnya juga perlu mencari alternatif sampel selain sputum atau dahak. Beberapa pendekatan yang bisa dikembangkan yakni pemeriksaan melalui urine, darah, tongue swab, aerosol pernapasan, hingga biomarker respons tubuh.

“Pendekatan ini penting karena tidak semua pasien mampu menghasilkan sputum yang memadai untuk pemeriksaan,” terang Guru Besar bidang Ilmu Penyakit Paru di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya tersebut.

Ia menyebut, WHO pada 2026 telah merekomendasikan penggunaan tongue swab dengan teknologi tertentu untuk orang dewasa dan remaja yang tidak dapat menghasilkan sputum.

“Meskipun pemeriksaan sputum masih memiliki sensitivitas lebih tinggi dan tetap menjadi pilihan utama apabila tersedia,” jelasnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 25 September 2026
33o
Kurs