Senin, 10 Agustus 2026

Hadapi 1,08 Juta Kasus TB, Unusa Dorong Diagnosis Berbasis AI dan Genomik

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pembahasan tuberkulosis (TB) dalam International Guest Lecture: Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment di Unusa, Surabaya, pada Senin (10/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ia menekankan bahwa teknologi AI harus berperan dalam proses skrining. Menurutnya, foto toraks digital yang dipadukan dengan AI bisa membantu mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan pemeriksaan molekuler lebih lanjut.

Selain memanfaatkan teknologi digital, riset TB menurutnya juga perlu mencari alternatif sampel selain sputum atau dahak. Beberapa pendekatan yang bisa dikembangkan yakni pemeriksaan melalui urine, darah, tongue swab, aerosol pernapasan, hingga biomarker respons tubuh.

“Pendekatan ini penting karena tidak semua pasien mampu menghasilkan sputum yang memadai untuk pemeriksaan,” terang Guru Besar bidang Ilmu Penyakit Paru di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya tersebut.

Ia menyebut, WHO pada 2026 telah merekomendasikan penggunaan tongue swab dengan teknologi tertentu untuk orang dewasa dan remaja yang tidak dapat menghasilkan sputum.

“Meskipun pemeriksaan sputum masih memiliki sensitivitas lebih tinggi dan tetap menjadi pilihan utama apabila tersedia,” jelasnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 10 Agustus 2026
25o
Kurs