Lukman Hakim Saifuddin Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus mantan Menteri Agama mengajak seluruh peserta Muktamar ke-35 NU untuk menjaga kehormatan organisasi dengan mengedepankan musyawarah dalam menetapkan kepemimpinan.
Menurutnya, muktamar harus menjadi forum permusyawaratan yang mampu melahirkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat sekaligus menjaga marwah NU.
Lukman berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung secara terhormat dan menghasilkan rumusan kesepakatan yang mencerminkan harkat serta martabat organisasi yang telah berdiri hampir satu abad.
Ia mengaku mencermati berkembangnya kekhawatiran mengenai potensi praktik-praktik yang dapat mencederai proses muktamar, seperti intimidasi kekuasaan, intervensi pemodal, hingga transaksi jual-beli suara.
“Belakangan ini kian santer terdengar kekhawatiran akan munculnya tindakan tak terpuji dalam Muktamar. Intimidasi kekuasaan, intervensi kaum pemodal, dan transaksi jual-beli suara merupakan hal-hal yang patut dicermati untuk dicegah terjadi,” kata Lukman dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

