Ia menegaskan, informasi yang beredar di ruang digital tetap perlu disikapi secara kritis. Sebab, pendalaman ilmu membutuhkan bimbingan, tradisi akademik, serta tanggung jawab dalam memahami dan menyampaikan pengetahuan.
Nur Syam juga mengaitkan pentingnya tasawuf dengan konsep “beragama berbasis cinta” yang dikembangkan Nasaruddin Umar Menteri Agama.
“Gagasan tersebut memiliki kedekatan dengan tradisi ‘tasawuf hubb’, yang menempatkan cinta sebagai dasar hubungan manusia dengan Tuhan maupun sesama,” ujarnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Dr Rosidi Rektor Universitas Al-Fithrah Surabaya mengingatkan para wisudawan agar menjadikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Gelar yang Saudara ini bukan sekadar tambahan huruf di belakang nama, melainkan amanah untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap, para lulusan mampu menerapkan ilmu pengetahuan melalui tindakan nyata dan kontribusi di lingkungan masing-masing. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

