Rini Widyantini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau seluruh instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja kepada aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
Kebijakan tersebut diharapkan memberi ruang bagi ASN untuk mendampingi anak memulai tahun ajaran baru tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan maupun kualitas pelayanan publik.
Rini menegaskan, penerapan sistem kerja yang fleksibel harus tetap mengedepankan profesionalisme ASN serta memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” kata Rini, Sabtu (11/7/2026).
Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10/7/2026).
Surat itu diterbitkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ketahanan keluarga sekaligus mendorong peran aktif keluarga di lingkungan ASN.
Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di seluruh instansi pemerintah diminta memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Dilansir dari Antara, pelaksanaan fleksibilitas kerja tersebut mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.
Selain itu, kebijakan tersebut juga mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.
Program GAMAS bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
Menurut Rini, kehadiran orang tua pada momen awal anak bersekolah memiliki manfaat besar terhadap perkembangan psikologis dan emosional anak.
“Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak,” ujarnya. (ant/saf/faz)








