Dilansir dari Antara, untuk memastikan penyebab kematian, tim medis melakukan pemeriksaan radiologi yang memperlihatkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak.
Sebastian menegaskan, pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan melalui pemeriksaan luar yang didukung pencitraan radiologi tanpa melakukan autopsi bagian dalam.
“Dari hasil tersebut diketahui lintasan peluru masuk dan keluar menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak sehingga korban meninggal dunia dengan sangat cepat (sudden death),” ujarnya.
Setelah seluruh proses pemeriksaan forensik selesai, jenazah Nicholas Gosselin diserahkan kepada pihak maskapai AMA pada Sabtu dini hari. Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju Jakarta sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat untuk dimakamkan. (ant/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

