Jumat, 17 Juli 2026

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah Faktor Ekonomi, Ada Penyesuaian UKT hingga Beasiswa

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prof. Bambang Pramujati Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat berada di Kampus ITS, Surabaya, Jumat (17/7/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memastikan tidak ada mahasiswa yang terpaksa menghentikan kuliah akibat keterbatasan ekonomi, karena kampus telah menyiapkan berbagai skema bantuan, mulai dari penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembebasan UKT, hingga pemberian beasiswa biaya hidup melalui dana abadi.

Prof. Bambang Pramujati Rektor ITS mengatakan, kebijakan tersebut berlaku baik bagi calon mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi sebelum daftar ulang maupun mahasiswa aktif yang menghadapi persoalan finansial di tengah masa studi.

“Kalau masalah ekonomi, InsyaAllah nanti kami akan ada solusinya. Kami tidak akan membiarkan mahasiswa itu tidak jadi kuliah karena masalah ekonomi. Jadi, kami akan berusaha mencari jalan agar anak itu tetap bisa melanjutkan kuliah,” katanya di Kampus ITS, Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Bambang menjelaskan, ITS pernah menangani kasus calon mahasiswa yang hampir batal kuliah karena ayahnya meninggal dunia setelah proses seleksi berlangsung. Akibat perubahan kondisi ekonomi keluarga, kampus kemudian menyesuaikan besaran UKT sesuai kemampuan ekonomi terbaru.

Jika mahasiswa aktif mengalami penurunan kemampuan ekonomi, ITS juga membuka mekanisme pengajuan peninjauan ulang UKT. Bahkan, apabila diperlukan, kampus juga akan membantu biaya hidup mahasiswa melalui beasiswa.

“Kami di ITS sudah bertekad bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang mundur karena masalah finansial. Kami pasti akan usahakan mencari jalan keluar agar mereka tetap kuliah, karena kami masih yakin salah satu cara memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan,” tegasnya.

Komitmen itu juga diwujudkan saat ITS menemukan lebih dari 300 mahasiswa penerima KIP Kuliah Tipe 2 yang hanya memperoleh pembebasan UKT, namun tidak mendapatkan bantuan biaya hidup. Agar mereka tidak mengundurkan diri, ITS menggunakan hasil pengelolaan dana abadi untuk menanggung kebutuhan hidup para mahasiswa tersebut hingga lulus.

“Kita berusaha mencari dana abadi. Sumbernya dari mana? Bisa dari alumni, perusahaan, donatur-donatur yang bukan alumni. Dan ITS sendiri itu sudah komit bahwa setiap tahun kita akan mengalokasikan anggaran untuk menambah jumlah dana abadi, karena memang harapannya dana abadi itu nanti menjadi salah satu pilar untuk membantu,” ujarnya.

Seperti diketahui, dana abadi ITS telah mencapai ratusan miliar rupiah. Dana tersebut dikelola melalui instrumen investasi yang aman, seperti sukuk dan deposito, dengan hasil investasi dimanfaatkan untuk beasiswa serta bantuan biaya hidup mahasiswa. ITS menargetkan dana abadi bisa meningkat pada tahun-tahun mendatang.(ris/wld/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
28o
Kurs