Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk proyek ketahanan energi nasional, dengan membangun 100 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Target ini dibuat karena Indonesia dinilai memiliki potensi energi surya luar biasa besar yang mencapai 7,7 terawatt (TW). Namun, realisasi pemanfaatannya saat ini baru menyentuh angka sedikit di atas 1 gigawatt (GW).
Menurut Didik Prasetiyono Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), untuk merealisasikan target itu, Indonesia harus menghadapi sejumlah tantangan besar.
“Tantangan terbesar bangsa ini bukan lagi soal kekurangan sumber daya, melainkan kemampuan mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” kata Didik, Jumat (17/7/2026).
Didik menyampaikan, saat ini ada perubahan cara pandang terhadap energi bersih. Bahwa, energi terbarukan bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan kebutuhan strategis yang menentukan daya saing industri di pasar global.









