”Kondisi ini sangat memprihatinkan karena kecelakaan didominasi oleh kelompok usia produktif. Termasuk pelajar dan mahasiswa. Mereka yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi justru harus terdampak.” ujarnya.
Untuk menekan tingkat fatalitas, Jasa Raharja bersama kepolisian fokus menganalisa dan mendalami akar masalah dari melonjaknya angka kecelakaan lalu lintas tersebut.
Dwi mengatakan, analisa tersebut menjadi bagian penting untuk merumuskan langkah intervensi. Menurutnya, evaluasi mendasar menunjukkan bahwa hampir sebagian besar peristiwa kecelakaan bermula dari bentuk pelanggaran dan kelalaian.
“Meski kualitas infrastruktur jalan berpotensi memberikan andil, faktor utama kecelakaan tetap bertumpu pada human error atau ketidakhati-hatian pengendara di jalan raya,” pungkasnya.(wld/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

