Rabu, 26 Agustus 2026

Jelang Aksi 27 Agustus, Bakesbangpol Minta Warga Jatim Tak Terprovokasi Isu di Medsos

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Salah satu peserta aksi sedang menyampaikan orasi dalam demo Rakyat Surabaya Menggugat di Taman Apsari Surabaya, Senin (15/6/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur mengimbau kepada seluruh masyarakat secara luas supaya tidak mudah terprovokasi berbagai isu di media sosial menjelang aksi demonstrasi besok Kamis, 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Eddy Supriyanto Kepala Bakesbangpol Jatim mengatakan, pemerintah provinsi juga terus melakukan antisipasi terhadap isu liar di media sosial guna mencegah tindakan provokasi.

Salah satu narasi yang kerap muncul di media sosial menjelang aksi besok adalah “Agustus Gelap” dan “September Gelap”. Menanggapi hal itu, Eddy mengimbau supaya masyarakat tidak langsung menyebarluaskan isu tersebut.

“Agustus gelap, September gelap itu mudah-mudahan tidak ada. Itu hanya di media sosial yang harus kita antisipasi supaya tidak terjadi,” katanya.

Eddy Supriyanto Kepala Bakesbangpol Jatim saat ditemui di Surabaya. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Di sisi lain, hingga Rabu (26/8/2026) hari ini, Eddy menyebut belum terdapat informasi tentang potensi gangguan keamanan yang berkaitan dengan rencana aksi tersebut di Jawa Timur.

“Secara umum situasi Jawa Timur saat ini aman dan kondusif. Ini karena sinergi yang baik antara Pemda, TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat,” kata Eddy.

Eddy juga memastikan, koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan untuk menjaga stabilitas daerah. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi perbedaan pendapat secara proporsional tanpa terprovokasi.

“Kalaupun ada perbedaan pendapat itu harus yang wajar. Semuanya bisa dibahas, didiskusikan untuk mencari formulasi yang terbaik,” ungkap Eddy.

Eddy menyatakan, bahwa Pemprov Jatim tidak bertujuan membatasi kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasi namun berupaya menjaga situasi tetap terkendali.

“Kita cenderung merangkul semua pihak. Kita harus menciptakan Jawa Timur tetap aman, kondusif sehingga investasi semakin meningkat,” ucapnya.

Sementara itu terkait potensi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 27 Agustus, Eddy menyebut belum ada informasi mengenai aksi tersebut.

“Sementara masih aman, kondusif ya, tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berbagai kelompok masyarakat dari beragam latar belakang dijadwalkan menggelar aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026 besok.

Salah satunya, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset serta pemberian hukuman mati bagi koruptor. Sebagian warga Pati bahkan telah berada di Jakarta sejak beberapa hari yang lalu untuk menyiapkan aksi.

Kemudian Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil juga dijadwalkan turun ke jalan dengan membawa tagar #MerebutKembaliIndonesia.

Selain itu juga ada kelompok yang mengatasnamakan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) yang disebut akan berangkat ke Jakarta.

Dari informasi yang dihimpun, RMP4 membawa agenda berbeda, yakni menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program pemerintahan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).(wld/kir/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 26 Agustus 2026
29o
Kurs