Kamis, 6 Agustus 2026

Jelang HUT ke-81 RI, Menbud Siapkan Film Kepahlawanan hingga Museum Budaya Indonesia di Afrika Selatan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Menjelang peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Kementerian Kebudayaan memperkuat upaya pengenalan sejarah kepada generasi muda melalui sejumlah program strategis. Salah satunya adalah revitalisasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi serta produksi film bertema kepahlawanan yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1950.

Fadli Zon Menteri Kebudayaan mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghadirkan narasi sejarah dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap perjalanan bangsa.

“Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, Kementerian Kebudayaan tengah memperkuat pengenalan sejarah kepada generasi muda melalui revitalisasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, serta sayembara produksi film narasi kepahlawanan yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia periode 1945–1950 dalam sinema kontemporer,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Program tersebut mencakup produksi film panjang dan film pendek yang melibatkan pendampingan dari sejarawan, akademisi, serta praktisi perfilman agar tetap memiliki akurasi sejarah sekaligus daya tarik sinematik.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menggandeng sejumlah stasiun televisi nasional untuk memproduksi film dokumenter sejarah yang ditujukan bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Tak hanya fokus pada penguatan sejarah di dalam negeri, Kementerian Kebudayaan juga memberi perhatian pada pelestarian jejak budaya Indonesia di luar negeri, termasuk di Suriname dan Cape Town, Afrika Selatan.

Menurut Fadli, diaspora Indonesia di kedua wilayah tersebut memiliki keterkaitan sejarah yang panjang, terutama melalui sosok Syekh Yusuf Al-Makassari yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia maupun Afrika Selatan.

“Jejak diaspora Indonesia di Suriname serta Cape Town memiliki sejarah panjang, termasuk keterkaitannya dengan Syekh Yusuf Al-Makassari yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dan memiliki posisi penting dalam sejarah Afrika Selatan,” kata Fadli Zon.

Untuk memperkuat hubungan sejarah dan budaya tersebut, pemerintah tengah merencanakan pembangunan museum sekaligus pusat budaya Indonesia di kawasan makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town.

Fasilitas itu diharapkan menjadi pusat promosi budaya Indonesia sekaligus tempat pembelajaran bahasa Indonesia bagi masyarakat diaspora yang sebagian sudah tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

“Kementerian Kebudayaan tengah merencanakan pembangunan museum dan pusat budaya di sekitar makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town. Pusat budaya tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia, termasuk pembelajaran bahasa Indonesia bagi masyarakat diaspora,” jelasnya.

Selain pembangunan pusat budaya, pemerintah juga menyiapkan penerbitan perangko peringatan untuk memperingati 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.(faz/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 6 Agustus 2026
28o
Kurs