“Kalau berlebihan, kadar amonia ini bisa meracuni ikan, merusak insang, dan mengganggu kehidupan organisme air yang hidup di sungai, bahkan bisa menyebabkan kematian,” ucapnya.
Selain mengancam organisme air, pencemaran sungai juga bisa berdampak lebih luas jika polutan masuk ke rantai makanan, karena ikan dapat menjadi perantara perpindahan polutan ke organisme lain melalui proses biomagnifikasi.
“Bisa masuk ke rantai makanan, karena ikan itu juga bisa menyalurkan polutan melalui proses biomagnifikasi,” ucapnya.
Untuk mendorong penanganan yang berkelanjutan, pihaknya mengajak warga dan murid melakukan pemantauan kualitas air secara rutin.
Pihaknya berharap, pelibatan masyarakat itu bisa menghasilkan data berkala sekaligus membantu warga melaporkan perubahan kondisi sungai atau indikasi pencemaran kepada pihak berwenang.
NOW ON AIR SSFM 100

