“Melalui pemantauan rutin, warga dan para siswa bisa melakukan pelaporan ketika sewaktu-waktu terjadi kondisi yang tidak stabil atau pencemaran di Kali Tebu. Harapannya, ada respons dari pemerintah atau pihak yang punya kewenangan terhadap sungai,” jelasnya.
Selain pemantauan rutin, pihaknya juga mendorong pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal yang merata di kawasan sekitar Kali Tebu untuk memaksimalkan pengolahan limbah rumah tangga sebelum dibuang ke sungai, sehingga air buangan memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
“IPAL komunal sangat penting untuk menetralkan limbah domestik atau limbah rumah tangga sebelum dibuang ke sungai. Limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi standar baku mutu sebelum dialirkan kembali ke sungai,” tuturnya.
Sementara itu, Amir pengawas dari Ecoton mengapresiasi semangat dunia pendidikan yang peduli terhadap kesehatan lingkungan dan ikut melakukan pemantauan kualitas air di Kali Tebu Surabaya tersebut.
“Kalau ada data uji kualitas air yang valid dan rutin, ini bagus sekali. Apalagi untuk penilaian sekolah adiwiyata, pemantauan ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Selain itu, ini adalah bentuk kontribusi nyata sekolah dalam menjaga ekosistem sungai,” ucapnya.
NOW ON AIR SSFM 100

