Peserta akan diarahkan untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui pemagangan sebelum selanjutnya diserahkan kepada industri untuk proses penyerapan.
“Kami memberikan beberapa pelatihan, mulai dari digital marketing, service excellence atau pelayanan prima, administrasi retail, administrasi dasar, hingga literasi finansial. Peserta ini merupakan anak-anak yang belum mendapatkan pekerjaan. Setelah pelatihan, mereka akan dimagangkan dan harapannya bisa diserap oleh industri sesuai dengan kompetensinya,” kata Nurul.
Selama empat hari pelatihan, Nurul melihat peserta penyandang disabilitas mampu menyerap materi dengan baik. Kemampuan komunikasi dan berbicara justru menjadi salah satu potensi yang menonjol.
Potensi tersebut selanjutnya akan dikembangkan melalui pelatihan public speaking. Kadin Institute berencana memberikan pendalaman materi selama dua hari untuk memperkuat kemampuan komunikasi peserta sebelum memasuki dunia kerja.
Selain penguatan kompetensi, Kadin Institute juga mulai membuka akses pemagangan bagi 20 peserta penyandang disabilitas tersebut. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah pemagangan di sejumlah stasiun radio di Surabaya. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

