Kamis, 5 November 2026

Karhutla di Kalsel Ancam Habitat Bekantan dalam Jangka Panjang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bekantan. Ilustrasi.

Salah satu kawasan yang terus dipantau adalah Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi habitat, sumber pakan alami, serta perubahan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kehidupan bekantan.

Menjaga habitat bekantan, kata Amalia, artinya menjaga ekosistem lahan basah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan satwa, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

“Ketika kita menjaga vegetasi ekosistem, menjaga kondisi hidrologi, dan mencegah kerusakan habitat, sesungguhnya kita juga sedang menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut,” paparnya.

Ancaman karhutla terhadap bekantan sebelumnya sudah terlihat di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menerima laporan 12 ekor bekantan mati terdampak kebakaran di kawasan tersebut.

Berdasarkan catatan BKSDA Kalsel, populasi bekantan di Kalimantan Selatan pada 2025 diperkirakan sekitar 3.700 individu. Hanya sekitar sepertiganya yang hidup di kawasan konservasi, sedangkan dua pertiga lainnya berada di luar kawasan konservasi seperti hutan produksi, hutan lindung, dan areal penggunaan lain. (ant/bil/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Kamis, 5 November 2026
29o
Kurs