Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim mengatakan, dari pantauan udara terlihat beberapa lokasi sudah padam dan dua titik lainnya terpantau terdapat api yang masih menyala dengan asap membumbung tinggi.
Ia mengatakan, karhutla di kawasan Arjuno-Welirang pada Jumat (21/8/2026) kemarin sebetulnya sudah padam, namun karena faktor cuaca berupa angin sehingga kembali memicu sebaran percikan bara api.
“Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” ujar Gatot.

Sementara itu berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga hari ini tercatat area terdampak karhutla Gunung Arjuna Welirang mencapai 146,85 Ha.









