Ketika mencapai bagian bawah tebing, api membakar vegetasi berupa rerumputan dan tanaman yang sudah dalam kondisi kering. Kondisi tersebut membuat kobaran semakin mudah bergerak dan meluas.
Pergerakan api bahkan berhasil melintasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan menjalar ke arah savana. Rumput kering di kawasan tersebut kemudian ikut terbakar.
“Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas,” ujar Rudijanta.
Pantauan di kawasan Bromo pada Minggu siang menunjukkan sejumlah area savana berubah menjadi hitam akibat terbakar. Sisa rerumputan yang hangus terlihat di beberapa bagian kawasan.
Sejumlah vegetasi kering di sekitar JLKT, termasuk dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga terdampak kobaran api yang kembali muncul pada Sabtu malam.

NOW ON AIR SSFM 100

