Dilansir dari Antara, kebakaran tersebut terjadi saat sebagian vegetasi di kawasan TNWK mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Kondisi itu berpotensi membuat api lebih mudah menjalar, sehingga petugas memprioritaskan pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membakar vegetasi di kawasan hutan TNWK. Namun, Balai TN Way Kambas masih melakukan verifikasi untuk memastikan luas area yang terdampak.
Kebakaran hutan di TN Way Kambas bukan kali pertama terjadi. Pada Januari 2026, kebakaran di kawasan konservasi tersebut dilaporkan menghanguskan lahan lebih dari 2.600 hektare.
Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNWK menjadi perhatian. Vegetasi yang mengering dapat menjadi bahan bakar alami dan mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Hingga kini, fokus tim gabungan masih pada pemadaman dan pencegahan agar api tidak menjalar ke kawasan lain. Pendataan luas area terdampak juga terus dilakukan untuk mengetahui dampak kebakaran secara lebih akurat. (ant/saf/faz)











