Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
“Ini yang paling penting, partisipasi publik, karena kalau kita lihat tipologi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, tentu harus ada aspek sosial, budaya,” kata Thomas Nifinluri Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut.
Hal itu disampaikan dalam Diskusi Redaksi (Diksi) bertema “Strategi Penanganan Karhutla dan Penguatan Respons Darurat melalui Kolaborasi Lintas Sektor” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Jakarta, Rabu (21/10/2026), dilansir Antara.
Guna memaksimalkan partisipasi publik dalam membantu pemerintah menangani karhutla, kemenhut mengadakan pengembangan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Berdasarkan data Desk Karhutla per 20 Oktober 2026, terdapat 14.494 Masyarakat Peduli Api, relawan, kelompok masyarakat, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), Kelompok Tani Peduli Apa (KTPA), dan kelompok tani yang membantu penanganan karhutla.
NOW ON AIR SSFM 100

