Maria Epivania Getrudis salah satu guru korban gempa dari TKN Libunio, turut menceritakan pengalaman saat bencana terjadi. Ketika gempa mengguncang wilayah tersebut, Maria dan suaminya sedang tertidur. Mereka terbangun setelah mendengar teriakan anggota keluarga yang memperingatkan adanya gempa.
“Kami langsung lari keluar. Kami tidak melihat lagi apa yang kami injak. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong,” tutur Maria.
Setelah berhasil mencapai lokasi aman, Maria baru menyadari bahwa dirinya dan anggota keluarga mengalami luka-luka. Pengalaman tersebut masih membekas hingga kini. Getaran kecil terkadang membuatnya kembali teringat pada peristiwa gempa.
Karena itu, pertemuan dengan Mendikdasmen menjadi momen emosional bagi Maria. Ia mengaku terharu sekaligus bangga karena perhatian pemerintah hadir langsung hingga ke wilayah tempatnya bertugas.
“Bertemu langsung dengan Bapak Menteri merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Kami yang berada di ujung timur bisa dikunjungi oleh Bapak Menteri dari pusat, itu luar biasa. Trauma-trauma kami sebelumnya semakin terobati dengan kehadiran Bapak Menteri,” ujar Maria.

NOW ON AIR SSFM 100

