Senin, 20 April 2026

Kemhan Dorong Percepatan Pembangunan Yonif TP di Seluruh Kabupaten/Kota

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan RI memberikan arahan kepada jajaran pejabat Kementerian Pertahanan RI di Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/10/2024). Foto: Antara

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendorong TNI segera merampungkan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), di seluruh kabupaten/kota.

Dalam pengarahannya di forum Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Sabtu (18/4/2026), di Magelang, Jawa Tengah, Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan (Menhan) menyatakan, Yonif TP merupakan bagian dari penguatan pertahanan daerah.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah menjalankan strategi menjaga pertahanan kedaulatan negara melalui pendekatan defensif aktif, serta mejaga stabilitas nasional sebagai prasyarat pembangunan.

Dia menyebut, Prabowo Subianto Presiden sudah memerintahkan Jenderal TNI Agus Subiyanto Panglima TNI untuk membangun satu batalyon yang bertugas menjaga setiap kabupaten/kota.

“Presiden memerintahkan kita untuk menjaga seluruh kabupaten. Oleh karena itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia ditugaskan untuk membangun setiap batalyon menjaga satu kabupaten,” ujarnya.

Menhan menjelaskan, sistem pertahanan Indonesia menganut prinsip defensif aktif, yang tidak bersifat ofensif maupun ekspansif.

Artinya, sistem pertahanan Indonesia fokus pada upaya menjaga dan mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman.

Selain mendukung operasional pertahanan, Yonif TP diharapkan mampu membantu operasional di daerah, dan memberdayakan program-program pemerintah daerah.

Sjafrie mengklaim, ada berbagai dampak positif hadirnya Yonif TP di sejumlah wilayah. Antara lain, menurunnya angka kriminalitas, memperkuat kohesi sosial, meningkatnya kualitas pendidikan, bertambahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan, serta perluasan akses layanan kesehatan.

Sekadar informasi, per tahun 2025, Pemerintah sudah membangun sekitar 150 batalyon baru. Jumlah itu bakal terus bertambah sampai 514 batalyon, sesuai jumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung program tersebut, Panglima TNI mengaktifkan lagi jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI yang terakhir eksis tahun 2001.

Pada bulan Maret 2026, Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi yang sebelumnya menjabat Pangkogabwilhan III, dilantik sebagai Kaster TNI.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
28o
Kurs