“Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Rico menjelaskan, pemasangan logo Kemhan dilakukan sebagai penanda bahwa kapal sedang digunakan untuk mendukung kegiatan kementerian. Ia menegaskan J7 Explorer tidak dibeli maupun diadakan menggunakan anggaran Kemhan.
“Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas,” katanya.
Status kapal J7 Explorer sebelumnya menjadi perhatian setelah foto kapal dengan logo Kemhan beredar di media sosial, dan memunculkan pertanyaan mengenai kepemilikannya.
Dalam keterangan terpisah, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam pengusaha asal Kalimantan Selatan menyatakan J7 Explorer merupakan kapal miliknya. Kapal berbobot 8.076 gross tonnage (GT) itu dibangun di Batam dan selesai pada 2022.

NOW ON AIR SSFM 100

