Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) meninjau pelaksanaan uji coba program digitalisasi bansos di Surabaya hari ini, Selasa (28/7/2026).
Qodari menjelaskan, digitalisasi bansos ini dirancang agar anggaran perlindungan sosial (perlinsos) Rp1.300 triliun dapat tersalurkan tepat sasaran.
“Program digitalisasi bansos ini ditujukan agar program perlindungan sosial yang jumlahnya sangat besar bagi masyarakat Indonesia mencakup sampai dengan Rp1.300 triliun atau 30 persen dari APBN bisa menjangkau sasaran yang tepat dan adil,” kata Qodari di Kantor Kecamatan Tambaksari, Selasa (28/7/2026).
Fokus utamanya, kata Qodari, penerima bantuan harus masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selama ini, masalah tata kelola bansos salah sasaran sehingga warga miskin yang terlewat.
“Inclusion error itu yang tidak berhak tapi masuk, exclusion yang harusnya berhak masuk tapi tidak masuk,” ungkapnya

NOW ON AIR SSFM 100

