Di sisi lain, Qodari menyebut, 51 ribu KK selama ini tidak menerima, padahal harusnya menerima bansos.
Dengan rata-rata 3,5 anggota per keluarga, diperkirakan ada sekitar 150 ribu hingga 175 ribu jiwa warga Surabaya yang kini mendapatkan hak perlindungan sosial mereka secara adil.
“Dengan sistem ini, keadilan bagi masyarakat Indonesia akan betul-betul ditegakkan, khususnya bagi mereka yang masih membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Eddy Christijanto Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya menambahkan, sudah menyiapkan 13.049 agen untuk membantu warga yang belum punya identitas kependudukan digital (IKD).
“Kita akan masih menyisakan 2.610 KK. Jadi 2.610 KK itu yang paling banyak memang di Tambaksari, khusus di satu kelurahan, Dukuh Setro. Nah itu sekitar 1.600. InsyaAllah dalam 1-2 hari selesai, karena tadi ini sebagian yang dihadirkan ini juga yang belum didaftar fisiknya,” tutupnya. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

