
Ia mengatakan, dari total 1 juta lebih KK yang terdaftar di Surabaya, terdapat 334 ribu KK yang mendaftar melalui agen (ASN, RT/RW, petugas PKH), 62 ribu KK mendaftar mandiri, serta 359 ribu KK yang secara sadar menolak mendaftar karena merasa mampu. Namun data terbaru, hanya 119 ribu KK di Surabaya yang berhak menerima perlinsos.
Pada tahap awal uji coba ini, baru ada dua jenis bantuan yang diproses dan ke depannya akan dikembangkan hingga mencakup tujuh jenis bantuan sosial secara menyeluruh.
Sementara sistem berhasil membersihkan data lama penerima bansos di Surabaya yang sebelumnya berjumlah sekitar 101 ribu KK, 25 persen atau 25 ribu KK di antaranya teridentifikasi sebagai inclusion error, sehingga harus dikeluarkan dari daftar penerima.
”Artinya ada 25.000 KK sekian yang sebetulnya tidak berhak menerima, tapi menerima. Jadi terbukti dalam kasus di Surabaya ini memang ada inclusion error yang cukup besar ya, yaitu 25%,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

