Hal yang sama juga dilakukan pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi. Pemerintah, kata Sudaryono, tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian meski MBG membutuhkan dana besar.
“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Sudaryono.
Kepala BGN juga menyoroti isu sekolah rusak yang kerap dikaitkan dengan anggaran MBG. Ia menegaskan kerusakan sekolah bukan disebabkan oleh adanya program tersebut.
Menurutnya, persoalan sekolah rusak sudah ada sejak sebelum MBG dilaksanakan. Saat ini, pemerintah justru sedang melakukan perbaikan secara bertahap dalam jumlah besar.
“Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

