Sabtu, 1 Agustus 2026

Kepala BGN: Saya Gemas MBG Dibilang Habiskan Anggaran Negara

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sudaryono Kepala BGN dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026). Foto: Antara

Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengaku gemas melihat komentar di media sosial yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan anggaran negara dan membuat program pemerintah lain tidak berjalan.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono menanggapi anggapan bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga program lain seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan menjadi terhambat.

“Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026) yang dikutip Antara.

Menurut Sudaryono, MBG memang butuh anggaran besar. Tapi, bukan berarti tidak membuat pemerintah menghentikan program pembangunan di sektor lain.

Ia mencontohkan sektor pertanian. Sudaryono menyebut, persoalan ketersediaan pupuk sudah jadi perhatian pemerintah sejak sebelum MBG berjalan. Setelah program MBG dilaksanakan, pemerintah tetap berupaya mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau.

Hal yang sama juga dilakukan pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi. Pemerintah, kata Sudaryono, tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian meski MBG membutuhkan dana besar.

“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Sudaryono.

Kepala BGN juga menyoroti isu sekolah rusak yang kerap dikaitkan dengan anggaran MBG. Ia menegaskan kerusakan sekolah bukan disebabkan oleh adanya program tersebut.

Menurutnya, persoalan sekolah rusak sudah ada sejak sebelum MBG dilaksanakan. Saat ini, pemerintah justru sedang melakukan perbaikan secara bertahap dalam jumlah besar.

“Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.

Selain perbaikan sarana pendidikan, Sudaryono menyebut pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.

Karena itu, ia meminta masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara utuh dan tidak langsung menyimpulkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG otomatis mengorbankan sektor lain.

“MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan,” kata Sudaryono. (ant/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 1 Agustus 2026
31o
Kurs