Dalam insiden tersebut, Basarnas mencatat sementara terdapat 236 orang. Dari jumlah tersebut, 234 orang telah berhasil dievakuasi, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Nanang Sigit SAR Mission Coordinator mengatakan data awal yang diterima menyebutkan terdapat 286 penumpang. Namun, setelah dilakukan penelusuran, diketahui sebanyak 50 orang ternyata tidak ikut berangkat karena masih berada di dalam kendaraan.
“Data awal adalah 286. Ternyata ada 50 orang yang menggunakan kendaraan dan tidak ikut berangkat, sehingga data terbaru adalah 236 penumpang secara keseluruhan. Dari 236 ini sudah terevakuasi 234 orang,” katanya.
Pihaknya memastikan, proses pencarian terhadap dua orang tersebut saat ini terus dilanjutkan.
Seperti diketahui, dalam operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Kelas A Surabaya, KSOP Utama Tanjung Perak, VTS Surabaya, SROP Surabaya, KSOP Kalianget, SROP Kalianget, Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Polres Sumenep, Satpolairud Sumenep, BPBD Prov Jatim, BPBD Kabupaten Sumenep, BPBD kota Surabaya, Koarmada II melalui KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta.
Selain itu, juga terdapat sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni Kapal Meratus Pematang Siantar, Kapal Meratus Project 3, TB Hasnur 26, Kapal Prakarsa Mas, Kapal Transco Arafura, kapal SC Aila XVII, kapal Alcon Daniel, dan kapal Selaras Mas. (ris/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

