Rabu, 23 September 2026

Komisi IX Ingatkan Nakes Jaga Etika di Medsos usai Viral Pasien BPJS Dibully Komentar Nirempati

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi berselancar di media sosial. Foto: Antara

“8 jam blm dpt ruangan, Gamau spill RS (rumah sakit) nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis mendiang Yusrizal 22 Juli lalu.

Unggahan itulah, yang kemudian mendapat balasan bernada negatif dari sejumlah akun yang belakangan diketahui dimiliki oleh nakes.

“Kalo full, mau dipindahkan ke mana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,” tulis akun @bennychrstn yang belakangan diketahui merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain itu, ada juga akun @erudarahaadini yang ikut berkomentar, tidak memberikan penjelasan prosedural medis, tetapi hanya sekadar mengolok pasien tersebut. “PP-nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? Haven’t some brain cells,” tulisnya.

Belakangan warganet menemukan bahwa akun @erudarahaadini adalah seorang dokter. Pemiliknya adalah dr. Elda Putri Rahardini, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Komentar-komentar tersebut memicu kecaman publik, terlebih setelah pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia, sehingga kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya etika nakes dalam bermedia sosial. Para nakes terkait kemudian mengunggah video permintaan maaf terkait ketikannya di media sosial itu. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 23 September 2026
26o
Kurs