Senin, 20 April 2026

Korea Utara Uji Tembak 5 Rudal Balistik Jarak Pendek, Cek Daya Ledak Bom dan Ranjau

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Peluncuran rudal balistik jarak pendek saaat uji tembak di Korea Utara. Foto: Anadolu

Korea Utara, pada Senin (20/4/2026), mengumumkan telah melakukan uji tembak lima rudal balistik taktis darat-ke-darat jarak pendek Hwasongpho-11 Ra, menyusul laporan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dan Kementerian Pertahanan Jepang.

Uji tembak itu diawasi langsung oleh Kim Jong Un Presiden Korea Utara untuk mengevaluasi kemampuan hulu ledak rudal tersebut.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pengujian dilakukan guna menguji performa dan efektivitas rudal balistik sebelum digunakan secara operasional.

“Tujuan uji tembak ini adalah untuk memverifikasi karakteristik dan kekuatan hulu ledak bom tandan dan hulu ledak ranjau fragmentasi yang diterapkan pada rudal balistik taktis,” tulis laporan KCNA.

Lima rudal taktis yang diluncurkan telah menghantam area sasaran di dekat sebuah pulau pada jarak sekitar 136 kilometer (85 mil) dengan kepadatan tinggi.

BACA JUGA: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Timur, Korsel Tingkatkan Pengawasan

Atas hasil tersebut, Kim Presiden menyatakan kepuasan yang besar.

“Pengembangan dan pengenalan berbagai hulu ledak bom tandan dapat memenuhi tuntutan operasional KPA dengan cara yang lebih memuaskan dan efektif, dan bahwa hal itu sangat penting dalam aksi militer untuk meningkatkan kemampuan serangan dengan kepadatan tinggi untuk menaklukkan area target tertentu serta kemampuan serangan dengan presisi tinggi,” katanya seperti dilansir KCNA.

Mengutip Anadolu, sebelumnya pada hari Minggu (19/4/2026), Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mendeteksi rudal-rudal yang diluncurkan dari wilayah Sinpho di Korea Utara sekitar pukul 06.10 pagi waktu setempat, yang terbang sejauh 140 kilometer (87 mil), demikian dilaporkan Kantor Berita Yonhap.

“Militer kami memantau dengan cermat berbagai pergerakan Korea Utara di bawah postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang kokoh dan mempertahankan kemampuan serta postur untuk menanggapi setiap provokasi dengan cara yang telak,” kata JCS.

Kementerian Pertahanan Jepang juga mencatat peluncuran tersebut, dengan proyektil yang diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, tanpa ada laporan kerusakan di negara tersebut.(ily/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
34o
Kurs