Bambang mengatakan, ITS saat ini sedang menyiapkan fondasi menjadi Entrepreneurial University pada 2030. Salah satu strateginya ialah mendorong hasil penelitian dosen tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dikembangkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan kampus.
Sejumlah inovasi ITS yang telah dikomersialisasikan di antaranya perangkat lunak manajemen kontainer kapal yang telah digunakan di Filipina dan Eropa, produksi robot untuk berbagai kebutuhan industri, motor listrik trail yang digunakan di Papua, hingga aplikasi hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Selain itu, ITS juga mengembangkan ekosistem hilirisasi melalui Science Techno Park (STP) yang menyediakan fasilitas pembuatan prototipe industri dan ruang bagi tenant maupun startup agar inovasi kampus lebih cepat masuk ke dunia usaha.
“Harapan kami nanti sumber pendanaan terbesar berasal dari produk-produk inovasi yang dihasilkan dosen, startup, dan hasil hilirisasi riset,” ujarnya .
Pihaknya memastikan, kampus telah menerapkan sistem pembagian royalti paten antara peneliti, unit kerja, dan universitas.

NOW ON AIR SSFM 100

