Padahal, menurut dia, keputusan tersebut tidak selalu berarti keluarga melepaskan tanggung jawab terhadap orang tua.
“Kita perlu menghapus stigma atau pandangan-pandangan yang negatif tersebut,” ujarnya.
Keluarga tetap dapat memberikan perhatian dengan mengatur kunjungan secara rutin. Dengan dukungan tenaga profesional dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, waktu kunjungan keluarga justru dapat digunakan untuk membangun interaksi yang lebih berkualitas bersama orang tua.
“Kalau kita berkunjung dengan teratur, paling enggak beban-beban rutinitas seharian kan kita sudah tertolong. Dan ketika kita datang berkunjung itu benar-benar bisa menikmati, malah punya waktu yang berkualitas,” jelas Jenny.
Jenny menambahkan, layanan jangka panjang atau long-term care bagi lansia di Indonesia masih perlu diperkuat. Menurut dia, layanan untuk lansia saat ini belum sebanyak dukungan dan fasilitas yang tersedia untuk anak-anak.

NOW ON AIR SSFM 100

