Lebih dari 150 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang terjadi di Perbatasan Nepal-Tibet, Rabu (26/8/2026) kemarin.
Melansir BBC, berdasar catatan dari pihak kepolisian setempat, ada 157 orang meninggal dunia. Selain itu, ratusan turis juga dilaporkan hilang. Mereka di antaranya, 100 turis dari India, 54 turis dari Amerika Serikat, 33 turis dari United Kingdom (UK), juga 100-an turis dari Nepal.
Merespons peristiwa ini, Balendra Shah Perdana Menteri Nepal mengatakan bahwa pemerintah langsung menyalurkan sekitar delapan ton bantuan ke wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir bandang di Sungai Bhotekoshi, Rasuwa, Nepal.
Delapan ton bantuan yang dikirim berupa 500 kelambu, 500 selimut, 500 lampu tenaga surya, dan 220 kantong tidur.
Untuk diketahui, peristiwa banjir bandang di Perbatasan Nepal-Tibet terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
Shailendra Thapa Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal mengatakan bahwa penyebab banjir diduga karena jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi.
Sementara itu, sejumlah tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran digelar di kedua sisi perbatasan tersebut.
Adapun di Katmandu, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan yang dikelola lembaga keamanan disiapkan untuk menampung korban luka akibat bencana.
Rapat kabinet darurat sedang berlangsung, sementara Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung bersiap memberikan laporan kepada parlemen mengenai korban dan kerusakan di wilayah terdampak.
Kawasan Rasuwagadhi merupakan jalur wisatawan menuju wilayah Langtang, salah satu destinasi pendakian paling populer di Nepal. Jalur tersebut juga menjadi jalan bagi pelancong menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di China.(ant/kir/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

