Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sejak jauh hari akan memberikan kesempatan bagi tenaga medis untuk melakukan pendampingan terhadap calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Dengan demikian, kondisi kesehatan mereka masih dapat diperbaiki sebelum memasuki masa keberangkatan.
Menurut Mahdalena, materi dalam manasik kesehatan juga perlu dibuat lebih lengkap. Selain pemeriksaan kesehatan, calon jemaah harus memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan obat, pola makan yang tepat, latihan kebugaran, hingga langkah-langkah mencegah dehidrasi dan infeksi saluran pernapasan saat berada di Arab Saudi.
“Program tersebut harus disusun secara menyeluruh dengan menempatkan perlindungan kesehatan sebagai prioritas. Jemaah juga perlu dibekali kebiasaan berolahraga secara rutin sebelum keberangkatan, menjaga pola makan, serta memahami cara mencegah penyakit,” ujarnya.
Legislator asal Nusa Tenggara Barat itu juga meminta agar standar pelaksanaan manasik kesehatan segera diterapkan secara merata di seluruh daerah, termasuk menjadi pedoman bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

NOW ON AIR SSFM 100

