Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memberikan ruang kepada mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi hingga menyegel area rektorat, selama aksi berlangsung tanpa tindakan anarkis.
Aslamiyah Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UINSA Surabaya mengatakan, kampus masih memberikan toleransi terhadap aksi mahasiswa tersebut.
“Selama anak-anak mahasiswa tidak berbuat anarkistis, ya kita toleransi. Kita juga masih diberi jalan untuk keluar,” katanya, pada Rabu (16/9/2026).
Dia mengatakan, aktivitas di area rektorat sejauh ini masih berupaya dijaga agar tetap aman dan dapat dikendalikan.
“Untuk kegiatan di rektorat masih aman. Insyaallah masih bisa diamankan,” ujarnya.
Menurutnya, aksi mahasiswa memang dapat mengganggu aktivitas kampus. Namun, pihak kampus tetap berusaha memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
“Kalau dibilang terganggu ya terganggu, tapi ya gimana lagi. Sama-sama memberi ruang aspirasi mereka,” katanya.
Aslamiyah menegaskan, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik kepada pihak kampus. Oleh karena itu, kampus tidak ingin membungkam aspirasi mahasiswa selama disampaikan dengan cara yang tidak anarkis.
Dia menilai, mahasiswa juga masih berada dalam proses belajar menyampaikan aspirasi dan menghadapi persoalan di lingkungan kampus.
“Bagaimanapun mereka anak-anak kita. Ya dirangkul lah. Anak-anak kan belajar untuk jadi dewasa. Proses menjadi orang tua, dengan cara mereka,” ujarnya.
Seperti diketahui, aksi penyegelan gedung rektorat tersebut dilakukan mahasiswa setelah Akhmad Muzakki Rektor tidak menemui mahasiswa.
Selain menyegel rektorat, mahasiswa juga membakar papan ucapan di depan gedung rektorat UINSA.
Hingga mahasiswa membubarkan diri dan menyatakan akan melakukan aksi lanjutan, Muzakki tidak memberi pernyataan resmi apapun.(ris/kir/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

