Ketidaklayakan Muzakki sebagai rektor, menurut Koko, karena banyaknya kecacatan yang dilakukan pada periode sebelumnya. Termasuk mahalnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai mencekik mahasiswa.
Selain itu, ada beberapa hal dari hasil kinerja Muzakki yang membuat dia tidak layak diangkat menjadi rektor kembali. Di antaranya, banyaknya rekrutmen mahasiswa baru, perpustakaan mangkrak, dan adanya indikasi korupsi.
“Sebelumnya Muzakki sudah didemo oleh aliansi mahasiswa UINSA, ya karena perpustakaannya mangkrak tapi tidak pernah digubris. Lah sekarang mau menjadi Rektor kembali,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Koko juga akan menuntut adanya transparansi dalam sistem pemilihan rektor. Selama ini, mahasiswa tidak mengetahui siapa saja calon yang akan mengisi jabatan rektor menggantikan Muzakki dari periode sebelumnya.
“Ternyata tidak hanya mahasiswa, para dosen juga tidak mengetahui terkait pemilihan rektor ini. Tiba-tiba mereka tahu kalau Muzakki kembali terpilih menjadi rektor dari pemberitaan,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

