Prajurit Marinir TNI AL dan United States Marine Corps (USMC) mengasah kemampuan tempur bersama dalam latihan kamuflase, Close Quarter Battle (CQB), dan shooting on the move pada Kamis (2/7/2026), sebagai bagian dari latihan gabungan Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat.
Letkol Marinir Huda Prawira, Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, menjelaskan latihan diawali dengan materi kamuflase di medan gurun.
“Dalam latihan ini prajurit dilatih untuk memahami teknik penyamaran, memanfaatkan kontur dan warna lingkungan, serta mengurangi jejak visual agar tidak mudah terdeteksi lawan di area terbuka. Latihan ini menekankan ketelitian, disiplin, dan kemampuan adaptasi medan,” kata Huda, seperti dilansir Antara, Jumat (3/7/2026).

Selanjutnya, kedua pasukan menjalani latihan CQB dengan saling bertukar teknik pertempuran.
“Kedua prajurit menjalani latihan meliputi pergerakan ruangan, clearing area, komunikasi tim, serta pengambilan keputusan cepat dalam situasi pertempuran jarak dekat yang dinamis,” jelas dia.

Sesi terakhir diisi dengan latihan shooting on the move untuk melatih kemampuan menembak saat bermanuver taktis. Huda memastikan seluruh sesi berjalan sesuai standar keamanan yang ditetapkan.
“Seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan profesionalisme serta interoperabilitas dengan USMC di medan operasi modern,” ujarnya.
Huda berharap latihan ini mampu meningkatkan kemampuan tempur Marinir TNI AL sekaligus mempererat hubungan militer Indonesia dan Amerika Serikat.
RIMPAC sendiri merupakan latihan perang maritim internasional terbesar yang digelar dua tahun sekali. Edisi 2026 berlangsung pada 24 Juni hingga 31 Juli, mencakup latihan darat, laut, dan udara.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

