Pemandangan transportasi publik di Kochi, Kerala, India, memiliki gebrakan yang berbeda dari kota-kota pada umumnya. Di tengah aktivitas masyarakat, perjalanan warga tidak hanya mengandalkan jalan raya. Jalur air juga dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem transportasi sehari-hari.
Salah satunya Water Metro yang menghubungkan kawasan kepulauan dengan daratan utama Ernakulam. Dari Mattancherry menuju High Court melalui Fort Kochi, perjalanan bisa ditempuh sekitar 25 menit.
Waktu tempuh tersebut cukup mencolok jika dibandingkan dengan perjalanan menggunakan bus yang bisa mencapai sekitar satu setengah jam.
“Kalau naik bus, dari Ernakulam ke Mattancherry itu bisa sekitar satu setengah jam. Tapi kalau naik kapal ini, kita bisa langsung dan waktunya sekitar 25 menit,” kata Joe Paul, Chief Operating Officer (COO) Water Metro, Kamis (17/9/2026).
Fort Kochi sendiri berada di kawasan kepulauan, sementara terminal High Court berada di daratan utama Ernakulam. Water Metro kemudian menjadi penghubung kedua kawasan tersebut melalui jalur air.
“Fort Kochi itu pulau sendiri, sedangkan terminal High Court ada di daratan utama Ernakulam. Jadi, kami menghubungkan daratan utama dengan Pulau Fort Kochi,” ujar Joe Paul.

Pengalaman menaiki Water Metro semakin menarik ketika melihat kapal yang digunakan. Salah satunya Water Metro 22 atau WM 22 yang dikenal dengan nama Kayamkulam.
Kapal tersebut bukan kapal penumpang konvensional. Lambungnya menggunakan desain catamaran, yakni dua lambung yang membuat kapal terlihat berbeda dari kapal dengan satu lambung.
“Yang menarik dari kapal ini, kami menggunakan lambung catamaran dan penggerak listrik. Jadi kapal ini bergerak dengan sistem listrik,” kata Joe Paul.
Saat kapal mulai bergerak, suara mesin pun relatif tidak terdengar keras. Sistem penggerak listrik membuat perjalanan terasa lebih tenang.
Bagi penumpang, ketenangan ini menjadi salah satu hal yang langsung terasa selama perjalanan. Kapal melaju di atas perairan Kochi tanpa suara mesin yang biasanya cukup dominan pada kapal konvensional.
“Catamaran ini juga jauh lebih stabil dibandingkan kapal biasa yang hanya punya satu lambung,” jelas Joe Paul.
Teknologi itu ternyata tetap ditawarkan dengan tarif yang terjangkau. Penumpang cukup membayar 20 hingga 50 rupee, tergantung jarak perjalanan. Adapun durasi perjalanannya, secara umum berkisar antara 20 hingga 45 menit, tergantung rute yang ditempuh.
Di balik kapal yang terlihat sederhana dari luar, biaya pembangunannya tidak kecil. Untuk kapal dengan spesifikasi seperti WM 22, Joe Paul menyebut biaya pembangunannya saat ini sekitar 14 crore rupee atau sekitar 140 juta rupee.
“Kalau melihat harga pasar sekarang, untuk membangun kapal seperti ini sekitar 14 crore,” pungkasnya. (aul/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

