Jumat, 17 Juli 2026

Mengapa Piala Dunia Ada Perebutan Peringkat Ketiga, tapi di Piala Eropa Tidak?

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Trofi Juara Piala Dunia FIFA. Foto: Harold Cunningham/FIFA

Selain menentukan posisi akhir, laga ini juga melahirkan sejumlah rekor bersejarah di Piala Dunia.

Pada edisi 2002, striker Turki Hakan Sukur mencetak gol ke gawang Korea Selatan hanya dalam waktu 11 detik. Rekor tersebut hingga kini masih menjadi gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.

Sementara itu, penyerang Prancis Just Fontaine mencetak empat gol saat mengalahkan Jerman Barat 6-3 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958. Torehan itu membuat Fontaine mengakhiri turnamen dengan 13 gol, yang sampai sekarang masih menjadi rekor gol terbanyak oleh satu pemain dalam satu edisi Piala Dunia.

Pertandingan perebutan tempat ketiga juga kerap memengaruhi persaingan Sepatu Emas atau Golden Boot. Beberapa pemain seperti Eusebio (1966), Salvatore “Toto” Schillaci (1990), Davor Suker (1998), hingga Thomas Muller (2010) berhasil menambah koleksi gol mereka di pertandingan tersebut sebelum akhirnya menjadi top skor turnamen.

Pada Piala Dunia 2026, laga Prancis melawan Inggris juga menjadi kesempatan terakhir bagi Kylian Mbappe dan Harry Kane untuk menambah pundi-pundi gol mereka dalam persaingan Golden Boot.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
32o
Kurs