UEFA menilai pertandingan tersebut kurang menarik perhatian penonton, memiliki minat yang rendah, dan membuat para pemain harus menjalani satu pertandingan tambahan setelah mengalami kelelahan akibat jadwal turnamen yang padat.
Sejak saat itu, dua tim yang kalah di semifinal Euro langsung berbagi status sebagai semifinalis tanpa harus menentukan siapa yang finis di posisi ketiga.
Hingga kini, perbedaan tersebut tetap menjadi salah satu ciri khas dua turnamen terbesar sepak bola internasional. Piala Dunia mempertahankan laga perebutan peringkat ketiga sebagai bagian dari tradisi sekaligus memberikan penghargaan kepada tim yang mampu bangkit setelah gagal mencapai final, sedangkan Euro memilih fokus pada perebutan gelar juara tanpa menghadirkan pertandingan tambahan yang dianggap tidak lagi relevan.(ant/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

