Kamis, 23 April 2026

Mengintip Pembuatan Gelang Jemaah Haji di AHES, Pakai Stainless Jepang Anti-iritasi

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Pengerajin gelang haji yang sedang membuat tulisan pada gelang, yang di produksi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (23/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

Gelang pengenal untuk jemaah haji menjadi salah satu item penting dalam pelaksanaan haji dari tahun ke tahun. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan memasangkan gelang pengenal ini pada jemaah, setibanya mereka di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).

Muhammad Ivan pengrajin gelang jemaah haji menerangkan, para pengrajin mulai mempersiapkan gelang pengenal yang akan digunakan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Di sini total ada sembilan pengrajin dari Jepara, Jawa Tengah, yang bekerja membuat gelang untuk dipakai para jemaah haji, setelah mereka tiba di AHES,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Pada gelang yang dibuat, disertakan juga nama jemaah, nomor paspor, nomor maktab, hingga nomor kloter. Gelang ini wajib dipakai jemaah. Sehingga jika suatu saat mereka terpisah dari rombongan, petugas di Tanah Suci dapat mengenali lewat gelang yang dipakai.

Ivan menjelaskan, proses pembuatan gelang diawali dengan pemberian nama atau identitas jemaah calon haji berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

“Setelah pemberian identitas jemaah, gelang dicuci bersih. Proses berikutnya, pelengkungan gelang. Sampai terakhir adalah proses pengemasan,” jelasnya.

Pola yang dibuat menjadi bentuk gelang menggunakan mesin, yang di produksi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (23/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

Dalam satu hari, lanjut Ivan, pengrajin bisa membuat sekitar 1.520 gelang untuk empat kloter jemaah haji. Tapi, angka itu tidak selalu sama.

Jika ada satu tambahan kloter lagi, dia bersama pengrajin lain masih bisa mencetak gelang hingga 1.900-an.

“Jadi setiap hari nggak selalu sama. Beda-beda jumlahnya,” tambahnya.

Adapun Ivan memastikan kalau gelang pengenal ini aman dipakai jemaah calon haji dalam keadaan apapun karena terbuat dari stainless Jepang dengan ketebalan 1,4 milimeter.

“Sehingga sudah bisa dipastikan antikarat, tahan api, dan tidak menimbulkan iritas pada kulit jemaah. Kalau dipakai mandi juga aman, bahkan bisa tambah bersih,” ungkapnya.

Untuk proses pendistribusian, gelang pengenal akan diserahkan langsung pada jemaah saat penerimaan jemaah di aula. Petugas akan memakaikan gelang tersebut langsung ke jemaah sebagai salah satu prosedur wajib sebelum keberangkatan.(kir/wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 23 April 2026
29o
Kurs