Sebagai gambaran, Djamari mengaku kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat.
“Saya juga berjalan bersama istri saya melihat ke pasar tradisional, aman-aman saja. Pergi ke mal juga aman-aman saja, bahkan mencari tempat parkir saja masih sangat sulit kalau datang agak terlambat. Ini artinya mobilitas masyarakat masih tinggi,” tuturnya.
Djamari juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan konten yang dapat memicu keresahan.
“Mari kita jaga, jangan memasukkan konten-konten tertentu yang menyebabkan masyarakat menjadi takut. Saya mengajak semuanya meninggalkan tindakan-tindakan semacam itu karena sangat merugikan kehidupan bangsa ke depan,” ucapnya.
Dia mengingatkan, penyebaran hoaks, fitnah, disinformasi, maupun ujaran kebencian tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengancam stabilitas nasional.

NOW ON AIR SSFM 100

