Jumat, 8 Mei 2026

Menperin Pastikan Tak Ada PHK Masif di Sektor Industri

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Agus Gumiwang Menteri Perindustrian (Menperin). Foto: Antara

Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian (Menperin) memastikan tidak terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif di sektor industri. Sebaliknya, penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut mencapai 20 juta orang hingga Februari 2026.

“Jadi ini juga bisa mematahkan bahwa manufaktur sekarang sedang terjadi PHK di mana-mana, karena sebetulnya dalam data kami, memang harus akui PHK, tapi juga sebetulnya job creation-nya jauh lebih banyak daripada PHK yang ada di lapangan,” kata Menperin di Bali pada Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, industri manufaktur nasional dinilai tmemiliki daya tahan yang kuat di tengah dinamika global saat ini. Hal ini terbukti pada saat pandemi COVID-19 lalu, di mana kala itu sektor manufaktur menjadi sektor yang mengalami pemulihan paling cepat dibanding sektor lainnya.

Menperin mengemukakan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), industri manufaktur pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,04 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 4,55 persen.

Selain itu, kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen dengan nilai sekitar Rp1.179 triliun.

“Angka ini sebenarnya bisa menjadi dasar untuk kita mematahkan semua narasi yang mengatakan bahwa industri manufaktur sedang mengalami tahap deindustrialisasi dini,” katanya.

Terlebih tren kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional dalam empat hingga lima tahun terakhir juga terus meningkat. Dari sisi investasi, sektor manufaktur pada triwulan I 2026 mencatat kontribusi realisasi investasi sebesar 36,5 persen atau senilai Rp182 triliun.

Peningkatan juga ditunjukkan di sektor perdagangan luar negeri. Berdasarkan data BPS pada Januari-Februari 2026, ekspor manufaktur mencapai 83,6 persen dari total ekspor nasional.

“Jadi hanya 14 persen ekspor nasional itu yang bukan manufaktur. Semuanya adalah barang-barang manufaktur. Itu menunjukkan pentingnya sektor kita ini terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.(ant/mar/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 8 Mei 2026
31o
Kurs