“Jadi dampak paling besar itu terjadi di fuel terminal kami di Reo. Itu termasuk terminal konsinyasi. Kalau di Provinsi NTT, terminal konsinyasinya ada di Tanah Kupang, sementara di Pulau Flores terminal konsinyasinya itu Reo,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemulihan operasional Terminal Reo, kata Ahad, Pertamina telah mengirimkan tim perbaikan sarana dan prasarana ke lokasi.
“Tim sudah di sana semenjak tanggal kejadian, hari Sabtu tanggal 15. Tanggal 16 (Minggu), tim untuk perbaikan sarpras sudah tiba di lokasi,” paparnya.
Saat ini, Pertamina masih memastikan ketahanan struktur dermaga sebelum kapal dapat kembali bersandar di Terminal Reo. “Jadi memang saat ini yang ditunggu adalah memastikan ketahanan struktur dermaga untuk kapal sandar,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memperkuat penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memastikan dua kebutuhan utama masyarakat terdampak tetap terpenuhi, yakni ketersediaan energi dan bantuan kebutuhan dasar. (lta/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

