Pertamina Patra Niaga menyebut operasional Terminal BBM Reo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terdampak pascagempa bumi.
Ahad Rahedi, Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, Terminal Reo saat ini masih beroperasi secara manual karena sistem digital belum bisa digunakan akibat kendala jaringan.
“Manual dalam artian seluruh terminal biasanya terintegrasi dengan sistem digital. Jadi ada mekanisme di aplikasi yang memang hanya bisa mengeluarkan produk ke mobil tangki jika sudah aktif sistem digitalnya,” kata Ahad saat media visit di Fuel Terminal Malang, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, dampak terbesar gempa terhadap operasional Pertamina memang terjadi di Terminal Reo, yang merupakan terminal konsinyasi. Terminal itu menerima suplai BBM dari Kupang, untuk kemudian didistribusikan ke terminal yang lebih kecil di Maumere, Larantuka, dan Ende.
Sementara itu, kebutuhan DPPU Komodo dan Bandara Komodo di Labuan Bajo yang biasanya disuplai dari Terminal Reo, saat ini dialihkan dari Terminal Bima.

NOW ON AIR SSFM 100

