Kondisi kapal, katanya, juga perlu menjadi perhatian dalam penyelidikan, karena kecelakaan kapal bisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi kapal hingga paparan kondisi laut.
Ia menyebut, gelombang sekitar dua meter bisa menjadi pemicu apabila kapal memiliki kerentanan tertentu, misalnya terdapat bagian yang terbuka sehingga air masuk dan mengganggu keseimbangan kapal.
Sementara itu, Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama dari Laboratorium Hidrodinamika Kapal Departemen Teknik Perkapalan ITS, menganalisa kegagalan stabilitas kapal dapat terjadi akibat masuknya air atau pergeseran muatan.
Ia mengatakan, masuknya air bisa terjadi apabila kondisi kapal terdapat bukaan yang tidak tertutup kedap, seperti jendela atau ramp door.
“Dari situ tidak ditemukan berita adanya kebocoran. Sehingga kemungkinan masuk lewat bukaan-bukaan yang ada. Mungkin lewat jendela, mungkin lewat pintu ramp door yang tidak kedap,” ujarnya.











