Hal itu, lanjut dia, berkaitan dengan aspek seakeeping motion atau respons gerakan kapal ketika menghadapi kondisi laut, yang menurutnya selama ini masih cenderung kurang menjadi perhatian dalam pengoperasian kapal di Indonesia.
Seperti diketahui sebelumnya, BMKG Maritim Tanjungperak Surabaya juga telah mengeluarkan analisis kondisi cuaca terkait kejadian hilang kontak KM Virgo Transport 8 yang menyebut kondisi cuaca di sekitar lokasi pada 13 September 2026 pukul 00.00 hingga 02.00 WITA berada dalam kondisi cerah hingga berawan berdasarkan citra satelit.
Dalam analisis tersebut, BMKG menyebut angin berada pada kategori sedang hingga kencang dengan kecepatan 15 hingga 20 knot dan dominan dari arah tenggara.
Untuk tinggi gelombang, BMKG mencatat berada pada kategori sedang dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter.
Sementara arus laut berada pada kategori lemah hingga sedang dengan kecepatan 0,4 hingga 1,2 knot dan dominan bergerak ke arah barat laut.











