Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS itu menjelaskan, gempa di NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah bersumber dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda. Berdasarkan analisis awal, kemungkinan ketiga gempa tersebut saling berkaitan sangat kecil.
“Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8,” ucapnya.

Khusus gempa di NTT, Kadek menyebut wilayah daratan Flores hingga bagian utara Bali dilintasi Sesar Flores Back-Arc Thrust. Sesar aktif tersebut sebelumnya pernah memicu gempa besar bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 1992.
“Seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8,” jelas alumnus doktoral Geosains dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Saudi Arabia tersebut.

NOW ON AIR SSFM 100

